Saturday, April 22, 2006

Senyap

~~~Untuk teman sekatil...

Rumah ini senyap sekali
Tawa hilai lenyap terus
Gegak gempita langsung tiada

Kamar ini sepi sekali
Semua rahsia terpendam rapi
Shh..diam semua
Biar jari menari rancak di papan kekunci

Bilik ini aman sekali
Mata melekat terus di maya
Realiti sudah tak diambil peduli
Ketawa sindiri tak mahu berkongsi

KEKASIH ( Lagu : Ibrahim Bachik Lirik : SN Datuk Dr Usman Awang )

Kekasih
Akan ku pintal buih-buih
Menjadi tali mengikatmu
Akan ku anyam gelombang-gelombang
Menjadi hamparan ranjang tidur mu
Akan ku tenun awan gemawan
Menjadi selindang
Menudungi rambut mu
Akan ku jahit bayu gunung
Menjadi baju pakaian malam mu
Akan ku petik bintang timur
Menjadi kerongsang meyinari dada mu
Akan ku jolok bulan gerhana
Menjadi lampu menyuluh rindu mu
Akan ku rebahkan matahari
Menjadi laut malam mu
Menghirup sakar madu mu
Kekasih...
Hitunglah mimpi-mimpi
Yang membunuh realiti
Dari syurga illusi

Lagu Puisi by A.Ramlee

Katakan pada ku
Sejak puisi mengalir
Sejak langit meratap
Mengapa air mata ku terasa baru
Baru bagai embun
Terasa baru

Burung rembang membuka sayap
Daun-daun menjadi lebih redup
Aku lewat lagi berdayung di depan mu
Kau siap lagi berdiri di tebing

Katakan pada ku
Sajak mana yang menjelma
Sajak maut menyentuh
Mengapa sepi jiwa mu
Terasa baru
Bagai pedih ku terasa baru
Semua pohon menjadi sepohon di samping mu
Semua detik menjadi sedetik di mata mu
Sungai ini pun terasa gemuruh
Menyambut semarak api di bahu mu

Thursday, January 12, 2006

TRIBUTE TO STUDIOUS COTTAGE

“Friends forever” you promised
Together till the end
We did everything with each other
You were my best friend

When I was sad, you were by my side
When I was scared, you felt my fear
You were my best support
If I need you, you were there

You were the greatest friend
You always knew what to say
You made everything seem better
As long as we had each other
Everything would be okay

But somewhere, along the line
We slowly come apart
I was here, you were there
Tore a hole in my heart

Things were changing
Our cheerful music reversed its tune
It was like having salad without pepper
A sun without its moon

Suddenly we were miles apart
Two different people with nothing the same
It was as if we hadn’t been friend
Although we knew deep in our hearts
Neither one of us was to blame

You had made many friends
And luckily so had I
But that didn’t change the hurt
The loss of our friendship made me cry

As we grow older, things must change
But they don’t always have to end
Eventhough it is different now
You will always be my friend

The Good All Days -1996

DALAM DIRI

Dalam kesepian
Kita bagai dihempap derita
Dalam sungai diri
Penuh lumpur dan noda
Penuh kerikil dan kaca
Betapa diri dihimpau jauh
Terlalu jauh sehingga kita tidak
Mengenal diri sendiri
Keterasingan yang menyapa
Mengejutkan kita dari sepi
Yang panjang

Di sini
Aku kembali ke dalam diri
Mencari kekuatan nurani
Menyelak kekuatan diri

Di sini
Di hadapan cermin
Aku mengenali diriku ini

Tribute to arwahyarhamah NURULHUDA MOHD RIDHWAN-1997

TEMAN
Dari raut wajahmu
Aku terlihat sejuta keresahan
Kebingungan dan kesedihan
Yang melanda dirimu
Hingga tanpa kau sedari
Airmatamu berguguran
Bak permata dilautan biru

Teman
Inginku kongsi bersama
Agar dapat kita hadapi bersama
Segala cabaran hidup
Denan penuh kesabaran
Dan ketaqwaan
Seraya berdoa
Kehadapan yang Maha Esa

Namun
Takdir telah menentukan
Kita terpaksa berpisah

Kini
Kau telah pergi dariku
Pemergianmu yang tidak akan kembali
Aku berharap agar
Kau gembira di sana
Setelah hilang segala
Kesakitan yang kau tanggung selama ini

Saturday, October 29, 2005

TaKkAn MeLaYu HiLaNg Di DuNia

Takkan Melayu Hilang Di dunia

Gemalainya tari seni diwarisi
Zaman berzaman gemilang
Teruna dan dara adat dimahkota
Takkan Melayu hilang di dunia

Anak jati bertandang di negeri orang
Biarpun berhujan emas
Hujan batu kita lebih sejahtera
Takkan Melayu hilang di dunia

Pusaka budaya khazanah berharga
Janganlah dipersia
Wahai anak watan diwasiatkan

Pertahan kedaulatan bangsa
Arus perubahan oh kuasa Tuhan kejarlah hajat di jiwa
Namun peganglah kata wira laksmana
Takkan Melayu hilang di dunia

PoiNtS To PoNdeR



1. Be truth to yourself, and follow your heart.


2
.It's not always rainbows and butterflies, It's compromise that moves us along


3. Be understanding to your enemies, be loyal to your friends, be strong enough to face the world each day, be week enough to know that you can't everything alone, be generous to people who need your help, be frugal with that you need yourself, lastly be sure of your final destination, in case you're going to the wrong way

4. Another turning point, a fork stuck in the road.Time grabs you by the wrist, directs you where to go.So make the best of this test, and don't ask why.It's not a question, but a lesson learned in time

Friday, September 23, 2005

PAGI --- created by UnAi


Bangunku dari lena
Dikala teman di sisi
Meloncat dari katil dengan kepanasan
Aku sedar dengan kekuatan
Bahawa pagi ini
Akan memberi satu lagi
Kekuatan yang teguh
Dan nafas yang baru
Aku berasa sentosa
Dikalangan sahabatku
Yang sentiasa bangun pagi
Dan berbakti kepada Illahi
Oh pagi yang indah…

Tuesday, May 31, 2005

KeRuNSiNgaN?

Sedih
Satu perasaan yang tak tahu mana munculnya
Tak tahu apa sebabnya
Seingat kita tiada stimulasi atau aura
Terus datang tanpa disuruh
Bertandang terus dalam hati ini
Lagi hebat kalau bermastautin dalam diri
Habis ranap fungsi otak yang beribu
Kawalan diri dah terhapus
Waktu itu muncullah satu lagi perasaan
Marah namanya

Mulalah tangan mengangkat amanat
Menunding kepada siapa pun kita tak tahu
Atas alasan apa memang kita tak hirau
Yang kita tahu,marah perlu dikeluarkan
Semua disekelilng diherdik
Amukan berlaku tanpa batas

Bila reda
Baru sedar
Istighfar lancar dibibir
Barulah akal dapat menakluki semula nafsu
Waktu itu
Entah apa yang dah berlaku
Kita pun tak tahu
Mungkin sudah menguris hati sesiapa
Apa pun terjadi
Kita sudah tersilap langkah
Nak buat apa lagi...

Sesalan pula mengongkong jiwa
Serba salah membelungi
Terus diatur langkah semula
Membetulkan apa yang salah
Bila semua sudah selesai
Senyuman dibibir mengulum
Kita jadi riang
Tapi jangan lupa
Nanti dia datang lagi

"KETENANGAN & KEBAHAGIAAN UMPAMA HEMBUSAN DARI LANGIT, DITURUNKAN KE LUBUK HATI ORG2 BERIMAN, MEREKA AKAN TETAP BERHATI TEGUH DI KALA ORG MENGALAMI KEGONCANGAN, MEREKA TETAP YAKIN DI KALA ORG PENUH KERAGUAN, MEREKA TETAP SABAR KETIKA ORANG BERKELUH-KESAH DAN MEREKA TETAP BERLAPANG DADA DI KALA ORANG SEDANG RUNSING"

Thursday, May 19, 2005

SaBaR...

BERSABARLAH by Warisan

Bersabarlah
Dan bertawakal lah
Dalam kehidupan ini
Sesuatu yang terjadi itu
Tentu ada hikmahnya

Perderitaan yang engkau alami
Hanyalah suatu dugaan
Dan janganlah kau bersedih hati
Tuhan Maha Penyayang

Diriku memahami
Derita yang kau rasakan
Diriku menyayangi dirimu

Linangan airmatamu
Hanya Tuhan yang tahu
Pedih yang kau sanjungi tak tertahan

Sabarlah wahai insan
Yang sedang menderita
Janganlah putus asa

Kasih yang kau harapkan
Menanti di hadapan
Bahagia yang kau rindu
Terbuka di akhirat

Kuhulurkan tangan ini
Sebagai tanda kasih
Semoga kau memahami
Niatku suci murni

Monday, May 09, 2005

M.Nasir & Ebiet G.Ade ----Tsunami membawa amaran

BERITA KEPADA KAWAN by Ebiet G.Ade (1995)

Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk di sampingku kawan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering berbatuan

Tubuhku tergoncang dihempas batu jalanan
Hati tergetar menambah kering rerumputan
Perjalanan ini seperti jadi saksi
Gembala kecil menangis sedih

Kawan cuba dengar apa jawabnya
Ketika ia ku tanya mengapa
Bapa ibunya telah lama mati
Ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut kukabarkan semuanya
Kepada karang kepada ombak kepada matahari
Tetapi semua diam tetapi semua bisu
Tinggallah aku sendiri terpaku menatap langit

Barangkali di sana jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa- dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Cuba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

Soalan tak terucap - by Firdaus

Andai aku tersadai di pulau sepi sendirian,
Terkapai merangkak menghirup sisa kehidupan,
Setiakah engkau menanti kepulanganku yang tak pasti?
Sudikah engkau menghadap Kaa'bah sambil mencium bumi?
Meninggalkan hiruk-pikuk panggilan pekan duniawi?
Menangis berdoa agarku selamat dan masih bernadi?
Dan bagaikan ibunya Ismail (a.s), terlari-lari bersai,
Mencari sebahagian dirimu di dalam hatiku ini,
Melaksana sumpah setia yang termaktub bersama,
Bukan bulan bintang sahaja yang menjadi saksi,
Bahkan Allah (s.w.t), ibu-bapa, saudara-mara juga Tok Kadi

Bila tiba masanya untuk engkau berdiri berdikari,
Mampukah Srikandimu menyerlahkan sinaran?
Menyuluh pancar keberanian di lubang kegelitaan?
Merangkul cita-cita di hadapan panah cabaran,
Di padang pasir, sanggupkah engkau menanam benih harapan ?
Berbaja kesabaran, doa-doa dan segelumit keyakinan
______________________________________________

Renunglah mataku, wahai isteri,
Genggam erat tanganku, ya habibie,
Bolehkah api cinta kita tetap menyala, tiada dimamah usia ?
Tetap percaya kasih sejati luas semesta, tiada penghujungnya ?

Sayang, antara pergi dan pulangku,
Jagalah diri, maruah dan martabatmu,
Dan juga cahaya mata kita bersama,
Jika sayang berkelapangan masa,
Jenguk-jenguklah ke luar jendela,"Mana kekasihku belum kunjung tiba.."
Bagai Nabi Adam (a.s) dan Siti Hawa,
Di jabal Rahmah bertemu akhirnya,
Sambutlah kepulangan suami tercinta,
Dengan dakapan mesra di pintu syurga

Friday, April 29, 2005

FrOm WeLLy...memang benar, jauh perjalanan, banyak pengalaman

TOLEH

Diri ini masih cari
Mana aku yang dulu
Mana aku yang lama
Dalam sedih mencari jawapan
Dalam kalut mencari balasan
Keputusan yang mengubah pendirian
Juga mengubah nilai diri

Dalam kebuk yang kelam
Dalam ruang yang sempit
Tiada satu pun bebayang aku
Mungkin kerana lampunya malap
Atau memang tiada cahaya langsung
Pantulan diri tiada kelihatan

Memang kawan cermin diri
Tapi mengapa kawan tak mencerminkan diri sendiri
Nampak diri macam sempurna
Sebab sahabat kita memang sehabis baik
Kurang cacat celanya

Tapi, bila renung balik dalam diri
Tak terkira kelemahan diri
Tak terbilang kekurangan jiwa
Rasa kosong menyelinap jiwa
Kenapa kini baru terasa?

Dulu, taklah sebegini
Sekarang, hilang sudah segala seri
Bila usia makin tinggi
Nafsu pulak mengawal diri
Akal kini kutolakkan ke tepi
Apa lagi iman di hati
Hingga hilang pertimbangan diri
Sampai habis caturan hidup untuk diperjudikan

Bangunlah diri
Insafi kesalahan
Tangisilah kekesalan
Aturkan langkah maju ke depan
Sesekala tolehlah ke belakang
Mungkin ada sesuatu yang berharga
Tercicir mungkin ketika sibuk ke depan
Berharga sungguh untuk zaman yang akan datang

Saturday, April 23, 2005

AfTeR A WhiLe ...

JAUH
Diri ini masih keliru
Apakah itu satu restu
Atau sesuatu yang kita kabur
Tak tahu apa erti rindu
Tak tahu apa erti kasih
Tak tahu apa erti setia

Jiwa ini masih gelap
Apakah itu satu tanda
Atau sesautu yang kita tertanya-tanya
Tak tahu apa erti sendiri
Tak tahu apa erti sunyi
Tak tahu apa erti sayu

Sahabat, diri ini masih gundar
Mengapa hati telah berubah
Jika setia masih ada
Jika rindu masih dirasa
Jika kasih masih bertaut
Biar sedampang gelora ujian
Biar meruntun hati dek gegak gempita
Ukhwah terbina tentu utuh bersatu

Kawan, hati ini masih resah
Mengapa jiwa telah beranjak
Jika sendiri satu solusi
Jika sunyi satu yang pasti
Jika sayu adalah abadi
Biar aku menjadi saksi
Sesuatu tragedi menghiasi memori

Terima kasih atas segalanya
Apa yang diberi dan yang diterima
Atas dasar persahabatan sejati
Ukhwah dirahmati Yang Maha Pemurah
Biar kita jauh
Biar kita berbeza
Namun, masih bernafas satu nada
Masih menuju matlamat yang ulung
Seperti pujangga bermadah
DEKAT TAPI JAUH….